Trump, pernyataan dan berbagai ekspresinya di dalam hari-hari usai Pilpres AS

Trump, pernyataan dan berbagai ekspresinya di dalam hari-hari usai Pilpres AS

2 tanda yang lalu

Hingga 26 November, Pemimpin AS Donald Trump masih pelik mengakui kekalahannya terhadap Joe Biden.

“Akan sulit sekali untuk mengakui kekalahan karena kita tahu ada kecurangan yang masif, ” ujar Trump, tuduhan yang kali ia lontarkan tanpa memberikan tanda.

Namun ketika ditanya apakah dia akan bersedia meninggalkan Gedung Putih jika kalah di electoral college, Trump berkata, “Pasti akan, sah akan, dan Anda tahu tersebut. ”

Pada hari di mana untuk pertama kalinya Biden diproyeksikan mau melenggang ke Gedung Putih, Reporter BBC di Gedung Putih Bandingan McKelvey menggambarkan suasana hati Trump. Bahunya tampak merosot. Kepalanya tertunduk.

Trump menoleh dan melihat Tara serta jurnalis lainnya di tempat khusus pers. Dia mengacungkan jempol.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Itu adalah isyarat setengah absurd. Trump tidak mengangkat tangannya tinggi-tinggi atau menjabat tangan, seperti dengan sering dilakukannya.

Lalu apa saja dengan dilakukan dan dikatakan Trump di hari-hari setelahnya? Berikut rangkumannya di dalam foto-foto yang merekam kegiatan & ekspresi Trump.

11 November 2020

Presiden AS Donald Trump muncul untuk pertama kalinya pada depan publik, empat hari sesudah Biden diproyeksikan akan mengambil mendaulat Gedung Putih. Trump menghadiri upacara peletakan karangan bunga untuk barang apa yang seharusnya menjadi momen bon nasional untuk menandai Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington.

13 November 2020

Donald Trump duduk di ruang oval setelah berbahasa tentang Operasi Warp Speed (proyek untuk mendatangkan vaksin Covid-19 secepatnya) ​​di Rose Garden, Gedung Putih. Ini merupakan pertama kalinya Presiden Trump berbicara sejak malam pemilihan pekan sebelumnya, di tengah infeksi virus corona yang melonjak di Amerika Serikat

14 November 2020

Sehari sesudahnya Trump terekam berangkat main golf ke Trump National Golf Club di Sterling, Virginia. Ia melambaikan tangan pada para pendukungnya dari balik kaca mobil. Saat tersebut ia masih berupaya memenangkan gugatan-gugatan hukum atas penghitungan suara Pilpres AS.

20 November 2020

“Saya menang, ngomong-ngomong, ” ujar Trump, dalam jumpa pers tentang harga obat pada 20 November di Gedung Putih. Jumpa pers ini merupakan momen baru Trump bicara kembali setelah seminggu tidak membuat pernyataan apapun. Ia masih melakukan gugatan terhadap buatan penghitungan suara pemilu.

21 November 2020

Di tengah upaya hukumnya menggugat hasil penghitungan suara pemilu AS, Trump kembali main golf di Trump National Golf Club pada 21 November.

22 November 2020

Trump melanjutkan berperan golf di lokasi yang pas pada 22 November dan sempat mengacungkan jempol pada para pendukungnya dari balik kaca mobilnya sepulang main golf. Pada hari sebelumnya, Trump meninggalkan acara virtual KTT G20 yang membicarakan penanganan pandemi Covid-19 untuk mengunjungi salah satu klub golfnya.

26-27 November 2020

Setelah acara seremonial Thanksgiving di Gedung Putih, Trump kembali menghabiskan waktu dua hari berendeng dengan main golf di Trump National Golf Club. Sesudah itu ia berangkat ke Camp David untuk menghabiskan akhir pekan di sana.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Pada 27 November, pengadilan banding federal GANDAR dengan tegas menolak upaya Trump untuk memblokir Presiden terpilih Joe Biden agar tidak dinyatakan jadi pemenang di Pennsylvania.

Panel yang berisi dari tiga hakim menganggap kejadian itu tidak berdasar, dan menyuarakan upaya Trump tidak memiliki data.

Keputusan tersebut merupakan kemunduran besar lainnya bagi Presiden Trump di dalam usahanya untuk membatalkan pemilihan 3 November.

Pada hari Kamis (26/11) ia mengatakan akan memberi jalan kalau Biden dinyatakan sebagai pemenang.

Tetapi dalam hari Jumat (27/11), ia kembali membuat tuduhan tidak berdasar tentang “penipuan pemilih besar-besaran”, mencuit dalam akun twitternya, “Biden hanya mampu memasuki Gedung Putih sebagai Pemimpin jika dia dapat membuktikan bahwa ’80. 000. 000 suara ‘yang konyol itu tidak diperoleh dengan curang atau ilegal. ”