Erdogan gugat politikus anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders, yang menyebutnya ‘teroris’

Erdogan gugat politikus anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders, yang menyebutnya 'teroris'

Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan mengajukan tuntutan pidana terhadap Geert Wilders, pemimpin Partai untuk Kemandirian (PVV), partai sayap kanan jauh di Belanda, atas tuduhan “menghina presiden”.

Tuduhan tersebut terkait dengan komentar Wilders di media sosial, sebagaimana dilaporkan Anadolu, kantor berita resmi Turki.

Wilders adalah salah satu politisi sayap kanan paling terkemuka di Eropa dan telah memainkan posisi kunci dalam debat imigrasi di Belanda selama dekade terakhir, meskipun dia belum pernah menjabat di pemerintahan.

Pada Sabtu lalu, Wilders mengunggah gambar kartun Erdogan serta memberi judul “teroris”.

Dua hari kemudian, dia mengunggah gambar pesawat tenggelam dengan bendera Turki dalam atasnya. “Bye bye @RTErdogan. Keluarkan Turki dari NATO, ” cuitnya di bawah gambar itu.

Adjuster Erdogan, yang mengajukan gugatan pada otoritas kejaksaan Turki di Ankara pada hari Selasa, mengatakan meja hijau Turki memiliki yurisdiksi atas masalah tersebut.

Alasannya, penghinaan tersebut ditujukan kepada presiden Turki, sebagaimana dilaporkan Anadolu, mengutip dokumen yang diajukan sebab tim pengacaranya.

Pengaduan yang diajukan oleh pengacara Erdogan mengatakan bahwa unggahan media sosial politisi Belanda itu tidak sanggup dilihat dalam konteks kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Dikatakan bahwa pernyataan tersebut “menyinggung” martabat dan kehormatan presiden.

Tweet Wilders muncul di tengah perdebatan terbaru tentang Islam dan barang apa yang digambarkan oleh Ankara sebagai meningkatnya Islamofobia dan “fasisme” pada Eropa.

Pada 25 Oktober lalu, Erdogan mengeluarkan pernyataan yang isinya mendesak Wilders agar “tahu diri”.

“Kami tidak memiliki fasisme dalam buku saya. Anda memiliki fasisme dalam wacana Anda, ” katanya.

Pejabat pemerintah Turki lainnya juga secara luas menjawab Wilders karena tweet tersebut, dengan menggunakan tagar #TerroristGeertWilders.

Hubungan Turki dan Belanda memburuk pada 2017 masa para pejabat Belanda tidak mengakui para menteri Turki berkumpul buat referendum konstitusi di Turki.

Pada 2018, kedua negara mulai menormalisasi hubungan dengan pengangkatan duta besar.

Apa simpulan pemerintah Belanda?

Perdana Menteri Belanda (PM) Mark Rutte mengatakan gugatan Erdogan tersebut tidak dapat diterima.

“Saya memiliki pesan untuk Presiden Erdogan dan pesannya sangat sederhana. Pada Belanda, kami menganggap kebebasan berbicara sebagai salah satu hak yang paling kami hargai dan itu termasuk kartun, termasuk politisi, ” ujarnya sebagaimana diberitakan Kantor informasi Reuters.

Ankara telah lama menilai pandangan dan kebijakan yang dikemukakan oleh Wilders, pemimpin Partai untuk Kebebasan (PVV).

Bagaimana reaksi para penguasa Turki?

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu pada hari Minggu menyebut Wilders sebagai “rasis pecundang” yang mencoba mendapatkan dukungan secara permusuhan terhadap Islam dan karakter asing.

“Sudah waktunya bagi Eropa untuk menghentikan politisi manja yang berpaham fasis, ” kata Cavusoglu pada Twitter.

Devlet Bahceli, pemimpin Partai Tindakan Nasionalis Turki dan sekutu Erdogan, mengatakan pada hari Selasa bahwa Wilders memiliki “hubungan gelap” secara organisasi teroris.

“Pemimpin Partai untuk Kemandirian (PVV) yang melemah telah membungkuk begitu rendah hingga menyebut kepala kita seorang teroris.

“Dia telah menunjukkan siapa sebenarnya teroris, fasis dan barbar, ” kata Bahceli kepada anggota partainya di kongres, masih dikutip dari Reuters.

Jalan itu dilakukan sehari setelah Erdogan mendesak Turki untuk memboikot barang-barang Prancis atas gambar Nabi Muhammad yang dipajang di Prancis, yang oleh beberapa orang Muslim dianggap jadi penghujatan.

Siapa Geert Wilders?

Wilders kala mengejutkan kalangan politik Belanda dan menyinggung umat Islam.

Dia dibebaskan dalam sesi ujaran kebencian tahun 2011 akan pernyataan yang menyamakan Islam dengan Nazisme dan menyerukan larangan Al – quran.

Bulan lulus dia dibebaskan oleh pengadilan melaksanakan atas tudingan diskriminasi, meskipun mahkamah menguatkan dakwaan terhadapnya.

Wilders dituduh memimpin seruan untuk agar tersedia “lebih sedikit orang Maroko” pada Belanda pada sebuah unjuk menikmati tahun 2014.

Pada 2016 dia dihukum karena tudingan menghina kelompok serta menghasut diskriminasi.

Tetapi politisi anti-Islam berumur 56 tahun itu menyebut kasus itu sebagai pengadilan pertunjukan politik dan menantang putusan tersebut.

Dia tersua bahwa komentarnya harus dilindungi sebab atas hak kebebasan berbicara dalam negara itu.