Sunda Empire: Tiga pimpinan ‘kekaisaran fiktif’ di Bandung dijatuhi hukuman dua tahun penjara, terbukti ‘berbohong dan meresahkan masyarakat’

Sunda Empire: Tiga pimpinan 'kekaisaran fiktif' di Bandung dijatuhi hukuman dua tahun penjara, terbukti 'berbohong dan meresahkan masyarakat'

Tiga orang pimpinan gerombolan Sunda Empire dijatuhi hukuman dua tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (27/10), sebab terbukti bersalah menyebarkan berita bongak dan membuat keonaran di masyakat.

“Menjatuhkan pidana kepada para tersangka tersebut di atas dengan kejahatan penjara masing-masing selama dua tarikh, ” kata hakim ketua, T. Benny Eko Supriyadi, seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Yulia Saputra, untuk BBC News Indonesia.

Vonis terhadap pimpinan Sunda Empire, yaitu Ki Ageng Ranggasasana, Raden Ratnaningrum, dan Nasri Banks ini lebih mudah dari tuntutan empat tahun kejahatan penjara oleh jaksa penuntut umum.

Menanggapi putusan ini, mereka tetap bersitegang bahwa kekaisaran Sunda Empire tersebut “eksis” dan bukan “fiktif” semacam dituduhkan otoritas hukum.

Usai konvensi, Nasri mengatakan vonis tersebut tidak mengubah posisi dirinya sebagai Grand Prime Minister dan isterinya, Raden Ratnaningrum sebagai Kaisar Sunda Empire.

“Ibu (Ratnaningrum) sebagai keturunan (Alexander the Great), kita tidak bisa bantah itu, ” ucapnya.

Dia selalu menuding bahwa putusan itu karena adanya “ketidaktahuan dan keterbatasan berpikir” pada aparat hukum di Nusantara.

“Baca sejarahnya yang bagus, ” ujar Nasri.

Apa is i amar putusan majelis hakim?

Dalam amarnya, hakim menilai perilaku tiga orang ini “meresahkan klub, khususnya masyarakat Sunda”.

Atas putusan ini, Nasri dkk menyatakan “pikir-pikir” selama tujuh hari untuk menyikapi ketentuan tersebut. Sikap senada juga ditunjukkan jaksa penuntut umum.

Sidang berlangsung sekitar satu jam dan tampak dihadiri oleh sejumlah anggota Sunda Empire.

Vonis ini dipotong masa tahanan para terdakwa dengan ditahan sejak 29 Januari 2020. Hakim memerintahkan ketiga terdakwa lestari dalam tahanan.

Vonis itu berdasar di dalam dakwaan alternatif kesatu, Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Apa simpulan pemimpin dan anggota Sunda Empire?

Usai sidang, Ki Ageng Ranggasasana tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah. Ia menyuarakan dirinya sebagai “korban”.

Dia juga mengatakan bahwa kekaisaran Sunda Empire itu “ada”.

“Hari ini menjadi barometer penegakan hukuman di Indonesia. Prinsip poin negeri harus ditata kembali dan kita memasuki dunia ke tiga, ” tegasnya.

Selama persidangan, terlihat sebanyak anggota Sunda Empire, salah-satunya ialah Yakoen Kiswoyo. Dia menyebut dirinya “Direktur Bank Dunia Kekaisaran Sunda Empire”.

Yakoen – bergabung secara Sunda Empire sejak 2017 awut-awutan meyakini bahwa Sunda Empire “ada” di dunia.

“Cuma masalahnya sekarang ini sedang mau ditata ulang karena selama ini yang pegang orang luar negeri, orang asing. ” katanya

Bagaimana awal mula ‘kehadiran’ Sunda Empire?

Nama Sunda Empire muncul ke permukaan, setelah beredar video aktivitas ‘kekaisaran fiktif’ tersebut di media sosial pada pangkal Januari 2020.

Kehadiran video tersebut menjadi pembicaraan di masyarakat, serta bertepatan dengan kemunculan berita sekitar ‘kerajaan fiktif’ lainnya, yaitu Keraton sejagat.

Para pemimpin Sunda Empire menyatakan keberadaan kelompok mereka bukan merujuk pada sebuah suku yang ada di Jawa Barat.

“Sunda itu berartikan sun , matahari. Oleh karena itu kekaisaran matahari, karena bumi itu berasal dari percikan matahari dengan membeku, ” kata Ki Ageng Ranggasasana, awal tahun ini.

Mereka mengklaim membawahi lebih dari 150 negara di dunia sekaligus kepala negeri atau kepala pemerintahan dari 196 negara. “Dan rakyatnya adalah seluruh penghuni bumi, ” ujarnya.

Ranggasasana menyebutkan, Sunda Empire Earth Empire berdiri pada masa kepemimpinan Alexander The Great, 324 SM. Lalu diturunkan ke Julius Caesar dengan beristrikan Cleopatra VII yang mengelola dari 43 SM hingga 337 Masehi.

Dari Cleopatra VII inilah, kewenangan Sunda Empire diteruskan Dinasti Tarumanagara oleh Sri Ratu Isywara Tunggal Bumi.

Kemudian mendarat temurun ke Dinasti Siliwangi, morat-marit Dinasti Padjajaran, dan saat tersebut Dinasti Sunda Kala yang dipimpin oleh Kanjeng Ratu Ratna Ningrum Wiranatadikusuma Siliwangi-Al Misri, atau Rd. Ratnaningrum, salah seorang terdakwa.

Namun Nasri Banks, suami Ratnaningrum, mengaku sebagai Grand Prime Minister & Ranggasasana sebagai Sekretaris Jenderal De Heren XVII Sunda Empire

Sunda Empire mengklaim memiliki pasukan atau bagian di Indonesia sebanyak 17 ribu personil, sementara di Bandung sebesar 1300 personil.

Klaim lainnya, PBB, Pentagon, Vatikan, World Bank, serta Nato adalah bagian dari Kerajaan Sunda Empire yang akan mewujudkan tatanan dunia baru.

Jejak sejarah Sunda Empire sempat diungkap JPU di persidangan, yang ternyata bermula dari sumber yang meragukan.

Pada 2003, Nasri Banks membaca tentang Sunda Empire dari sumber yang tidak jelas. Dia pun menyakini isterinya, Rd Ratnaningrum merupakan penerus kerajaan Alexander the Great.

Di tahun itu pula, Nasri Banks mengaku kehadiran seorang pria bernama Mr Jhonson Low yang membawa sertifikat deposit dari Of Sources Atlantic Bank senilai milyaran Dolar AS.

Ceritanya langsung bergulir hingga muncullah kekaisaran Sunda Empire – Earth Empire ataupun kekaisaran matahari dan bumi. Ke-3 terdakwa berhasil merekrut sejumlah bagian yang diberi seragam layaknya anggota militer.

‘Mereka meyakini teori konspirasi’

Dalam wawancara dengan wartawan di Bandung, Yulia Saputra, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Sejarahwan dibanding Universitas Padjajaran, Widyo Nugrahanto menuturkan, perlu ada bukti otentik atau bukti primer berupa tulisan sulalah yang menyatakan seseorang keturunan Prabu Siliwangi.

“Siliwangi itu juga tidak satu orang. Beberapa raja Sunda Pajajaran itu disebut Siliwangi. Siap harus ada bukti Siliwangi dengan mana yang menurunkannya.

“Itupun daftar silsilahnya harus dikritik dulu, molek kritik ekstern maupun intern. Pertama kita bisa mengatakan itu suatu fakta, ” ujar Widyo, pangkal 2020 lalu.

Menurutnya, para hamba dan pendiri gerakan sosial biasanya percaya pada teori konspirasi serta pseudo science.

Mereka juga tidak pada tatanan dunia sekarang & tatanan sosial politik ekonomi pada daerah tempat tinggalnya, serta memiliki ambisi sosial politik ekonomi dengan tidak atau belum tercapai, paparnya.

“Lalu mereka memimpikan munculnya kembali kemajuan masa lalu yang mereka ibarat sebagai kehidupan yang paling indah untuk diterapkan kembali pada kesibukan sekarang, ” ujarnya.

Dari keterangan polisi, kelompok Sunda Empire melakukan sejumlah kegiatan, antara lain, kegiatan dalam Puri Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebanyak empat kali semasa 2019.

Puri Isola dianggap jadi tempat dibentuknya tentara dan petugas dunia.

Sejumlah kegiatan berskala “internasional” sudah dirancang hingga akhir tahun 2020, namun kiprah mereka terhenti setelah dilaporkan dan ditetapkan sebagai tersangka penyebar berita bohong yang membuahkan keonaran oleh Polda Jawa Barat pada akhir Januari 2020.

Dan kisah mereka akhirnya berujung di hotel prodeo dengan vonis dua tarikh penjara.