Perempuan, ahli hipnotis, pengusaha beromzet Rp44 triliun: Perjuangan berhenti merokok yang berujung pada perusahaan hipnoterapi ijmal

Perempuan, ahli hipnotis, pengusaha beromzet Rp44 triliun: Perjuangan berhenti merokok yang berujung pada perusahaan hipnoterapi ijmal
  • Kitti Palmai
  • Reporter bisnis BBC News

Program mingguan BBC bertajuk The Boss menghadirkan profil para pemuka bisnis dibanding seluruh dunia dan pekan tersebut kita mengangkat kisah ahli hipnotis dari Amerika Serikat, Grace Smith.

Grace Smith mengatakan ia jadi meninggalkan minuman keras, tetapi berhenti merokok tampaknya tak mungkin dilakukan.

Pada tahun 2011, perempuan berusia 25 tahun ketika itu menyimpan pekerjaan di New York untuk menggalang dana. Pekerjaan yang disebutnya ‘membebani’.

“Saya tak mempunyai mekanisme mengatasinya secara sehat, ” ujarnya. “Salah satu cara saya mengatasi segala stres dan kegelisahan merupakan dengan berpesta.

“Saya tinggal di daerah Lower East Side, dan seluruh teman saya suka pesta porakporanda kami benar-benar bekerja keras sepanjang hari, dan kami berpesta sepanjang malam. Itu berdampak buruk bagi saya, secara fisik dan mental. ”

Grace sadar ia harus menjaga kesehatan tubuh, jadi ia berhenti berpesta, dan berhenti mabuk.

Namun ia rusak menghentikan kebiasaan sebagai perokok mengandung, meskipun sudah mencoba menggunakan permen karet dan tambalan nikotin, & menggunakan metode berhenti tiba-tiba yang menakutkan.

Akhirnya seorang teman menyarankan Grace Smith untuk mencoba hipnosis.

“Saya sangat skeptis, ” katanya. “Saya tidak tahu apakah itu akan membuat saya fokus serta konsentrasi… atau sekadar hoaks. ”

Grace mengaku ia berhasil berhenti merokok setelah satu sesi terapi saja. Dan pengalaman itu menginspirasinya buat menjadi ahli hipnoterapi.

Hadir di TV Amerika Serikat dan men ulis buku

Sekarang Grace menjalankan usahanya Grace Space Hypnosis, yang dikatakan memberikan layanan bagian hipnoterapi secara daring kepada lebih dari 250. 000 orang pada seluruh dunia, termasuk para pemimpin perusahaan yang masuk daftar Fortune 500, atlet dan selebriti.

Perempuan dengan kini berusia 34 tahun tersebut juga sering tampil di televisi Amerika Serikat, dan menulis perut buku hipnosis.

Tetapi apa sebenarnya hipnoterapi? Kamus bahasa Inggris Oxford English Dictionary mendefinisikan hipnotisme sebagai “menghasilkan status buatan yang membuat subyek seperti tidur nyenyak, tanpa kekuatan mengganti kondisi fisik maupun mentalnya, kecuali di bawah pengaruh sugesti ataupun perintah eksternal, yang mana dia patuh tanpa kemauan dan minus disadari”.

Grace menyebutnya lebih sederhana sebagai “meditasi dengan tujuan”.

Para kliennya menggunakan teknik itu untuk banyak tujuan mulai dari menurunkan mengandung badan hingga menghentikan suatu rasam, mengurangi stres, atau mewujudkan keinginan.

Meskipun sebagian orang menganggap hipnoterapi sebagai praktik kontroversial, penggunaannya dibantu oleh banyak organisasi medis.

Tumbuh dan besar di New Jersey, Grace mengantongi gelar ganda dalam bidang bahasa Inggris, manajemen bisnis dan kajian agama dari Wagner College, New York. Ia langsung melanjutkan pendidikan S2 tentang tilikan hak asasi manusia di Columbia University.

Buat menjadi hipnoterapis pada tahun 2011, ia mengikuti kursus selama 250 jam, ketika masih bekerja lengkap waktu. Itulah pelatihan yang diperlukan di Amerika Serikat, meskipun persyaratannya berbeda-beda di setiap negara.

Setelah Grace merampungkan pelatihan, ia berhenti daripada pekerjaan menggalang dana yang ditekuninya, dan merintis sebagai ahli hipnoterapi profesional dari kantornya yang “kecil” di New York.

Buka sekolah

Buat menarik klien-klien pertama, ia memasang iklan promosi harga khusus dalam pasar daring LivingSocial, yang sekarang menjadi bagian dari Groupon.

Menurutnya, ia berhasil menjual 952 sesi dalam waktu 24 jam, serta beberapa orang lagi datang berkat penghargaan positif dari mulut ke congkak.

Sesi pada tahap awal dikerjakan secara tatap muka, tetapi Grace kemudian memindahkan bisnisnya ke online. Sesi terapi dilakukan melalui sambungan video.

Menurutnya, gagasan tersebut hadir dari klien korporasi yang mau tetap mengikuti sesi terapi masa sedang melakukan perjalanan bisnis.

Besar tahun kemudian, suaminya, Bernardo Feitosa, bergabung dalam perusahaan untuk mengikhtiarkan sisi teknologinya.

Selama tahun-tahun terakhir keinginan terhadap Grace dan bisnisnya dengan sekarang berpusat di Florida itu berkembang pesat, antara lain sebab penampilannya di televisi Amerika Serikat.

Ia telah tampil dalam agenda bincang-bincang masalah kesehatan The Doctors yang ditayangkan pada siang hari di CBS, dan juga program The Dr Oz Show pada Sony.

Jodi Clarke, pendiri bisnis hipnoterapi Australia, Awaecnan, mengatakan Grace telah bekerja “tanpa lelah untuk menjadikan hipnosis sebagai arus utama”.

Sementara itu, Jamie Hacker Hughes, seorang ahli psikolog klinik Inggris, mengatakan Grace dan hipnoterapis lainnya “dapat sangat efektif menolong pasien untuk mengatasi berbagai presentasi”, ketika digunakan “sebagai tambahan bagi terapi yang digunakan di psikologi, kedokteran dan kedokteran gigi”.

Untuk membangun melatih dan menghasilkan lebih banyak hipnoterapis, pada tahun 2016 Grace membuka sekolahnya sendiri, yang disetujui oleh Asosiasi Terapis dan Konseler Internasional, dan Federasi Hipnosis Global.

Sekolah dengan nama Grace Space Hypnotherapy School itu telah melatih lebih dari 85 orang. Digabung dengan perusahaan utama Grace, yang mempekerjakan 40 staf, ia memperhitungkan pendapatan tahun ini mencapai US$3 juta atau sekitar Rp44 miliar.

Selama pandemi Covid-19, perusahaan itu menyediakan layanan gratis kepada pekerja medis garis depan di seluruh dunia.

Untuk ke depan, Grace menyatakan ingin terus mengkampanyekan agar hipnoterapi lebih bisa diterima secara besar.

“Ini masih salah dipahami, ” katanya, dan tak senang dengan pemikiran sebagian orang bahwa hipnoterapi adalah “pengontrolan pemikiran… yang jauh dari faktanya”.

“Ketika kita tahu betapa besar dampak positif yang kita hasilkan di dunia… tatkala ada orang yang meremehkan pekerjaan kita dengan cara yang serampangan maka itu menyakitkan dan memproduksi frustasi, ” kata ibu dari dua anak itu.