Jakarta kembali PSBB, peritel di tengah perbelanjaan ‘memohon’ tetap buka karena keuangan sudah ‘berdarah-darah’

Jakarta kembali PSBB, peritel di tengah perbelanjaan 'memohon' tetap buka karena keuangan sudah 'berdarah-darah'
  • Resty Woro Yuniar
  • BBC News Indonesia

Pemerintah provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji unit-unit kegiatan yang akan ditutup saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Senin (14/09) mendatang. Hal ini termasuk apakah mal atau pusat perbelanjaan modern akan tetap diizinkan aktif.

“Kalau mal belum [ada keputusan], akan dikaji lagi di beberapa hari ini, ” sebutan Ahmad Riza Patria, wakil gubernur DKI Jakarta, saat dihubungi BBC Indonesia (10/09).

Ahmad Riza Patria mengklaim bahwa sejauh ini tak terjadi klaster penyebaran di kepala.

Sementara itu, Tutum Rahanta, anggota Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia, atau Hippindo, mengatakan bahwa pihaknya “memohon” kepada pemerintah daerah agar pusat-pusat bayaran modern tidak menjadi bagian dibanding unit kegiatan yang harus menutup saat PSBB kembali diberlakukan pada Jakarta.

“Sumbernya selama ini tidak dari pusat belanja dan modern trade , sepatutnya kitalah yang tidak dilarang [beroperasi], supaya ini memberikan mencontoh kepada sektor-sektor yang lain untuk menjaga lingkungan masing-masing dengan aturan [kesehatan] yang teliti, ” kata Tutum.

‘Sisa na p as terakhir’

Menurut Tutum, saat ini banyak anggota Hippindo yang laporan keuangannya “berdarah-darah”, apalagi ada beberapa yang tengah menjual perusahaannya.

“Dalam sisa napas belakang itu mereka bertahan semaksimal jadi, karena value perusahaan itu masih ada, bisa mereka jual. Nah sedangkan untuk outlet-outlet [mereka] selama ini hanya menjadi tempat hampa yang tidak ada penghuninya, ” ujar Tutum.

Ia mengutarakan, beberapa bulan sejak pandemi Covid-19 dideteksi di Indonesia pada Maret lalu, banyak perusahaan yang tiba menutup toko di pusat perbelanjaan yang tidak bisa menghasilkan berjalan menjaga pemasukan perusahaan.

Meski mal & toko-toko non-esensial dibolehkan buka era PSBB transisi 15 Juni kelam, Tutum mengatakan penjualan masih belum kembali normal karena daya beli konsumen yang melemah.

“Saat PSBB pertama di bulan April, sampai sekarang saja, kondisinya sudah bahkan melemah. Pengunjung pusat belanja pun masih di bawah angka target dari keharusan kita menjalankan usaha kita, contoh, kita diizinkan 50% dari kapasitas [total pengunjung], 50% pun belum tercapai hingga zaman ini. Sehingga apa yang saya [lakukan] saat [mal] buka ini ialah lebih untuk menjaga situasi perekonomian agar dapat berjalan, tapi penerimaan kami masih jauh dari tumpuan untuk menutupi biaya-biaya yang harus dipikul oleh kami, ” jelasnya.

“Kalau [PSBB] tersebut dilakukan sekali lagi, kami tersebut sudah berdarah-darah, saya kira mempercepat ‘kematian-kematian’ di sektor kami. ”

Kesusahan ini dialami oleh Sudradjat, pemilik Breso Resto dan Coffee yang salah satu cabangnya beroperasi di salah satu mal di Jakarta.

“Dengan adanya PSBB [hari Senin] maka dua [cabang] harus tutup, tapi kalau [pandemi] ini bisa diperketat, penanggulangannya bisa cepat. Tapi kalau dibiarkan ya tentu akan lama, implikasinya makin panjang, ekonomi juga masih dalam kondisi yang mengandung, apalagi yang terkait dengan wisata, hotel, itu yang pemulihannya menyesatkan susah, ” ujar Sudradjat dengan juga memiliki hotel di Tunggal, Jawa Tengah, itu.

Bisnis restorannya selama masa PSBB dan PSBB transisi “jeblok”, kata Sudradjat.

“Boleh dikata sepi lah, [restoran buka] hanya untuk memberi pemeliharaan pada pekerja-pekerja saja, ya santap tabungan. Tapi kan memberi lapangan pekerjaan, meski tidak semuanya, sebab ada [staf] yang dirumahkan, ada yang satu keadaan kerja, satu hari libur. Ada yang [uangnya] lulus hanya untuk makan, akhirnya tersedia [staf] yang bilang ‘maaf pak saya tidak bisa melanjutkan, saya pulang kampung dulu’, ” ujarnya.

Wakil gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa dalam PSBB pada Senin (14/09) nanti, restoran-restoran akan “diperbolehkan sibak, tapi cuma take away . ”

Saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah mengatur regulasi untuk dijadikan panduan PSBB kali ini, yang menurut Ahmad akan ada “penyesuaian. ”

“Ya itu memang lagi dipertimbangkan di beberapa hari ini, sementara kita ingin PSBB seperti semula. Buat sementara yang ada penyesuaian pertama rumah ibadah, rumah ibadah dengan di perkotaan itu diminta tutup, kecuali rumah ibadah yang di perkampungan atau komplek itu bisa dibuka, ” jelas Ahmad.

Salah satu unit usaha yang bakal dikaji adalah mal, kata Ahmad.

Hal yang menjadi pertimbangan dalam kupasan, menurutnya, adalah pengelola mal, pemilik toko, pengunjung, cukup memiliki pengertian yang baik tentang kehati-hatian, kedisiplinan, kepatuhan.

“Di mal itu kan besar, luas, jadi jaga renggang terjaga, memang di mal tersebut sampai hari ini kan tak terjadi klaster penyebaran.

“Berbeda dengan pada pasar-pasar tradisional yang sempit gang-gangnya, orangnya banyak, dan relatif umum yang datang [ke pasar tradisional] itu kan sangat beragam, daripada mana-mana, nah itu yang menimbulkan di pasar sempat terjadi klaster. Namun kita sudah bisa atasi dengan disiplin dan 3M, ” jelas Ahmad.

‘Menyusahkan pedagang kecil’

Penerapan kembali PSBB di Jakarta turut disesalkan oleh karyawan penjaga toko serta pedagang di pusat perbelanjaan modern. Salah satunya Muhammad Fatahilah, pekerja di sebuah toko batik dalam sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat.

“Saya menyayangkan kebijakan itu diterapkan kembali, yang sebelum-sebelumnya itu imbasnya sudah besar banget & menyusahkan pedagang-pedagang kecil. Tidak tersedia kebijakan sama sekali [dari pemerintah] buat [mendorong konsumen] belanja-belanja lagi, ” ujar pria berusia 28 tahun tersebut.

Di dalam masa PSBB Maret lalu, Muhammad terpaksa kembali ke kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah, & bekerja serabutan, salah satunya menjelma tukang parkir. Masa PSBB pertukaran juga belum membantu pendapatan gardu tempatnya bekerja, yang omsetnya turun sampai 80% jika dibandingkan secara masa sebelum pandemi.

Jika tokonya harus tutup lagi minggu aliran, ia mengatakan akan kembali pulang kampung.

“Sebelum PSBB mending kembali saja, daripada seperti kemarin-kemarin, suram di Jakarta sudah gak ada kerjaan dan gak ada bantuan sama sekadar, ” keluhnya.

Masa PSBB pertukaran juga tidak membantu toko baju pesta perempuan tempat Siti Huriya, 50, bekerja. Kini ia siap-siap dirumahkan kembali.

“Sekarang satu hari jual satu potong, dua buah saja sudah Alhamdulillah. Penghasilan kita hanya segitu , ya sudah mau diapakan, ” ujarnya.

“Kita [ikuti] apa kata pemerintah sajalah, bersandar manajemen [pusat belanja], kita kan memang ikuti aturan dia, daripada virus tadi menyebar ke mana-mana, ” imbuhnya.

Pengusaha hotel ‘galau’

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Nusantara (PHRI) DKI Jakarta Krishandi mengiakan ‘galau’ dalam menyikapi kebijakan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

“Kita tetap terang saja galau dengan posisi seperti ini. Kita tahu implementasi ini dari sisi ekonomi positif akan merusak lagi cash flow lantaran para pemain hotel dan restoran, namun di satu sisi kita tahu bahwa melihat kondisi pada sekeliling kita, Covid-19 ini sudah cukup meresahkan di Indonesia, khususnya di Jakarta, ” ujarnya.

PHRI DKI Jakarta mendapati bahwa, dibanding lebih dari 200 anggotanya di ibukota, sudah sampai 100 hotel tutup pada bulan Mei.

“Per bulan Mei kita data, pada Jakarta sudah 100 hotel tutup. Bulan Juni sudah tidak kita data lagi, di bulan Juli ada beberapa [hotel yang sebelumnya tutup] sudah buka. Kalau [PSBB] ini jalan terus, jadi akhir tahun tinggal beberapa hotel & restoran yang masih buka [di Jakarta], ” jelas Krishandi.

Krishandi meminta agar pemerintah lebih jelas dalam mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan.

“Kami lebih mengamati peran pemerintah untuk [mendisiplinkan] attitude dan tingkah laku rakyatnya, karena jelas ini tidak mampu kita bebankan kepada pemerintah selalu, jadi protokol kesehatan harus diterapkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Pemerintah harus tegaslah kepada rakyat yang membangkang [protokol kesehatan], ” imbuhnya.