Pilpres AS: Joe Biden pilih Kamala Harris sebagai cawapres Partai Demokrat untuk hadapi Donald Trump

Pilpres AS: Joe Biden pilih Kamala Harris sebagai cawapres Partai Demokrat untuk hadapi Donald Trump

Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, resmi memilih Senator Kamala Harris sebagai pasangannya dalam Pilpres AS 2020. Harris adalah rani kulit hitam dan keturunan Asia pertama yang bertarung dalam Pilpres AS sebagai calon wakil kepala.

Pernah digadang-gadang sebagai bakal bahan presiden, Senator California keturunan India-Jamaika ini telah lama dianggap sebagai kandidat yang paling diunggulkan buat mengisi posisi calon wakil kepala AS.

Mantan Jaksa Agung California itu dikenal sebagai sosok yang gencar menyerukan reformasi kepolisian di pusat protes anti-rasisme.

Berbekal pandangan politik serta pengaruhnya, dia akan mendampingi Joe Biden dalam menghadapi calon petahana Donald Trump pada pemilihan presiden, 3 November mendatang.

Harris dijadwalkan melaksanakan debat terbuka dengan pasangan Trump, yaitu Mike Pence, yang zaman ini masih menjabat sebagai wakil presiden pada 7 Oktober mendatang di Salt Lake City, Utah.

Cuma ada dua perempuan lain dengan pernah dinominasikan sebagai calon wakil presiden, yaitu Sarah Palin sebab Partai Republik pada 2008 & Geraldine Ferraro oleh Partai Demokrat pada 1984. Namun, keduanya tak ada yang lolos ke Gedung Putih.

Perempuan kulit berwarna tak sudah ditunjuk untuk bersaing menuju Gedung Putih, baik oleh Partai Demokrat maupun Partai Republik.

Apa yang dikatakan Biden dan Harris?

Biden mengunggah cuitan bahwa ia memberi “kehormatan tertinggi” kepada Harris sebagai pembantu.

Tempat menggambarkan Harris sebagai “seorang pejuang untuk orang kecil yang tidak pernah takut, dan salah kepala pelayan publik terbaik negara ini”.

Biden menyatakan bagaimana Harris sudah berjalan dengan almarhum putranya, Beau, ketika Harris menjabat sebagai Jaksa Agung California.

“Saya menyaksikan mereka menghadapi bank-bank besar, mengangkat kaum buruh, beserta melindungi perempuan dan anak-anak dari kekerasan, ” sebut Biden di dalam akun Twitternya.

“Saya sangat bangga kala itu, dan sekarang saya betul bangga menjadikannya mitra dalam aksi ini. ”

Harris kemudian mencuit bahwa Biden “bisa menyatukan rakyat Amerika sebab dia menghabiskan hidupnya berjuang untuk kita. Dan sebagai presiden, dia membangun Amerika yang sejalan secara apa yang ideal bagi kita.

“Saya merasa terhormat bergabung dengannya jadi nomine partai untuk Wakil Presiden, dan akan melakukan yang diperlukan untuk menjadikannya Presiden kita. ”

Awak kampanye Biden mengumumkan bahwa Biden dan Harris akan menyampaikan lektur di Wilmington, Delaware, pada Rabu (12/08).

Dalam debat terakhir yang diadakan Partai Demokrat pada Maret lalu, Joe Biden berjanji bahwa jika dia menjadi calon kepala dari partai tersebut, dia hendak memilih seorang perempuan sebagai wakilnya.

Siapa Kamala Harris?

Harris, 55, memilih hengkang dari persaingan bahan kandidat presiden pada Desember 2019 lalu.

Dia sempat berselisih dengan Biden dalam debat internal Partai Demokrat, terutama perihal hubungan kerja sama Biden dengan sejumlah mantan senator yang memilih segregasi ras.

Harris lahir di Oakland, California, daripada dua orang tua berlatar imigran. Ibunya kelahiran India dan ayahnya kelahiran Jamaika.

Dia berkuliah di Universitas Howard, salah satu kampus ternama dengan didirikan komunitas kulit hitam. Menurutnya, masa-masa kuliah adalah salah mulia periode dirinya merasa paling disusun dalam kehidupan.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Harris mengucapkan dirinya selalu nyaman dengan identitasnya dan menggambarkan dirinya sebagai “seorang Amerika”.

Pada 2019, dia mengatakan pada harian Washington Post bahwa politisi seharusnya tidak dikotak-kotakkan berdasarkan warna kulit atau latar belakangnya.

“Poin saya, saya adalah saya. Kami merasa baik dengan diri hamba. Mungkin ada perlu menerka-nerka, tetapi saya merasa baik dengannya, ” ujarnya.

Bagaimana jejak rekamnya?

Setelah berkuliah selama empat tarikh di Universitas Howard, Harris memiliki gelar sarjana hukum di Universitas California, Hastings, dan memulai kariernya di Kantor Kejaksaan Distrik Alameda.

Tempat kemudian menjadi jaksa distrik untuk San Francisco pada 2003, pra terpilih sebagai perempuan peryama & warga Afrika-Amerika pertama yang menjabat jaksa agung Negara Bagian California–negara bagian yang penduduknya paling penuh di AS.

Dalam dua masa kedudukan sebagai jaksa agung, Harris mengambil reputasi sebagai salah satu bintang Golongan Demokrat. Dia menggunakan momentum tersebut guna meraih jabatan senator hijau yang mewakili California pada 2017. Saat itu Harris merupakan hawa kulit hitam kedua yang terbatas.

Tempat lantas mencoba untuk berkampanye jadi bakal calon presiden dalam suatu pawai di Oakland yang dihadiri 20. 000 orang tahun lulus.

Namun, Harris gagal menjelaskan secara gamblang kepada para pemilih mengapa dirinya harus dipilih. Jawabannya ketika ditanya soal kebijakan-kebijakan penting, seperti servis kesehatan, juga tidak terlalu sahih.

Dia juga dinilai tidak sanggup menggunakan keunggulannya seagai jaksa saat diskusi dengan menyerang Biden.

Harris, yang menyuarakan dirinya sebagai “jaksa progresif”, mencari jalan menekankan raihan prestasinya, seperti pemasangan kamera tubuh bagi sejumlah petugas Departemen Kehakiman Caifornia—lembaga negara arah pertama yang melakukannya—serta bank masukan yang menyediakan statistik pidana untuk masyarakat.

“Kamala adalah polisi” menjadi sebutan untuk dirinya selama dia berkampanye. Hal ini menggagalkan upayanya untuk merebut simpati simpatisan Demokrat yang lebih liberal dalam pemilihan internal.

Hendak tetapi, latar belakangnya sebagai penegak hukum, mungkin bisa menguntungkan di dalam pemilihan presiden melawan Trump mengingat Demokrat perlu meyakinkan para pemilih berhaluan moderat serta independen.

Bagaimana pandangan atas keterpilihan Harris sebagai cawapres?

Presiden Trump mengatakan kepada para wartawan: “Dia adalah orang yang mengutarakan banyak, banyak kisah yang tak benar”.

Ditambahkan Trump: “Penampilannya dalam pemilihan internal sangat, sangat buruk, sama dengan Anda tahu, dia diharapkan tampil bagus tapi malah hanya memiliki sekitar dua persen. Jadi beta sedikit kaget dia [Biden] memilihnya [Harris]. ”

Trump juga mengatakan Harris “sangat, benar keji” dan “mengerikan” kepada Biden dalam debat pemilihan internal Partai Demokrat.

“Dia bersikap sangat kurang gasak kepada Joe Biden dan sulit memilih seseorang yang sedemikian kurang ajar, ” kata Trump.

Tim gerakan Trump mengatakan pemilihan Harris sebagai cawapres adalah bukti Biden ialah “figur yang kosong tapi dipenuhi agenda ekstrem para radikal kaum kiri”.

Mantan Presiden AS, Barack Obama, yang menjadikan Biden sebagai wapres selama delapan tahun, mencuit:

“Dia [Harris] lebih dari siap untuk jabatan ini. Dia menghabiskan kariernya membela Konstitusi kita dan berjuang untuk kaum yang memerlukan keadilan.

“Ini adalah hari dengan baik untuk negara kita. Kini mari menangkan hal ini. ”