Update virus corona: Kurva, data, peta pasien terinfeksi, meninggal, dan sembuh di Indonesia serta dunia

Penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia kembali tembus rekor baru. Ada 1.331 kasus baru yang diumumkan pemerintah pada Kamis (18/06). Pejabat mengatakan, di tengah gambaran epidemiologi ini, khalayak harus tetap aman dan produktif.

Data Kementerian Kesehatan, pada Kamis (18/06), menunjukkan tambahan kasus baru harian kembali meningkat dari rata-rata 1.000-1.1100an kasus baru, menjadi 1.331 kasus baru.

Penambahan terbanyak terjadi di Jawa Timur (384), DKI Jakarta (173), Sulawesi Selatan (166), Kalimantan Selatan (118), dan Bali (66).

Secara umum, terdapat peningkatan kasus baru harian di provinsi-provinsi yang sebelumnya dalam kategori rendah.

Berikut gambaran kasus harian virus corona di seluruh provinsi Indonesia. Anda dapat menggeser peta dan tabel untuk mengetahui data provinsi tempat tinggal Anda.

Provinsi Kasus Sembuh Meninggal
Jakarta 8.121

(+88)

3.206

(+76)

529

(+0)

Jawa Timur 6.313

(+365)

1.499

(+90)

502

(+19)

Jawa Barat 2.424

(+20)

952

(+74)

161

(+3)

Kalimantan Selatan 1.347

(+62)

117

(+9)

100

(+3)

Jawa Tengah 1.642

(+27)

428

(+10)

98

(+0)

Sulawesi Selatan 2.014

(+110)

673

(+0)

94

(+0)

Banten 1.047

(+12)

372

(+2)

71

(+0)

Sumatra Utara 607

(+2)

189

(+10)

48

(+2)

Sulawesi Utara 510

(+15)

73

(+9)

47

(+2)

Sumatra Selatan 1.158

(+29)

391

(+47)

42

(+0)

Kalimantan Tengah 504

(+8)

202

(+0)

28

(+2)

Sumatra Barat 626

(+0)

351

(+11)

27

(+0)

Nusa Tenggara Barat 822

(+14)

325

(+0)

22

(+1)

Maluku Utara 186

(+0)

33

(+0)

19

(+0)

Kepulauan Riau 228

(+0)

120

(+0)

15

(+0)

Lampung 145

(+1)

102

(+1)

11

(+0)

Maluku 307

(+38)

80

(+13)

8

(+0)

Yogyakarta 247

(+3)

185

(+3)

8

(+0)

Papua 1.090

(+26)

78

(+0)

7

(+0)

Gorontalo 134

(+0)

54

(+0)

6

(+0)

Riau 118

(+0)

103

(+2)

6

(+0)

Bali 594

(+12)

377

(+4)

5

(+0)

Sulawesi Tenggara 259

(+0)

155

(+1)

5

(+0)

Kalimantan Barat 210

(+0)

117

(+3)

4

(+0)

Sulawesi Tengah 159

(+0)

93

(+0)

4

(+0)

Bengkulu 92

(+0)

40

(+0)

4

(+0)

Kalimantan Timur 338

(+9)

213

(+3)

3

(+0)

Papua Barat 179

(+0)

74

(+0)

2

(+0)

Kalimantan Utara 169

(+0)

129

(+20)

2

(+0)

Sulawesi Barat 94

(+0)

62

(+1)

2

(+0)

Nusa Tenggara Timur 103

(+6)

30

(+16)

1

(+0)

Kepulauan Bangka Belitung 102

(+0)

36

(+1)

1

(+0)

Aceh 20

(+0)

18

(+0)

1

(+0)

Jambi 103

(+0)

27

(+0)

0

(+0)

Dalam verifikasi 21

(+0)

0

(+0)

0

(+0)


Sumber: Kementerian Kesehatan.

Apa kata pemerintah?

Dari gambaran data epidemiologi itu, pemerintah tidak menjelaskan mengenai perubahan aturan dalam pembukaan kembali sejumlah kegiatan ekonomi dan sosial dalam masa transisi new normal.

“Gambaran ini masih kita yakini bahwa penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Kita tidak punya pilihan lain, kita harus mematuhi protokol. Inilah yang dimaksud dengan kebiasaan baru. Pastikan kita aman dan bisa tetap berproduktif,” kata juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto pada Kamis (18/06)

Sebelumnya Yurianto, dalam jumpa pers daring pada pekan ini beberapa kali menekankan bahwa “penambahan kasus ini merupakan hasil dari kontak tracing yang masif dan agresif”.

Pada Selasa (16/06), Yurianto mengatakan, “Ini gambaran kita harus ketat kembali dalam mengendalikan sebaran penyakit ini dengan menjalankan protokol secara ketat.”

“Sudah barang tentu, ini akan kita kendalikan dengan kajian epidemiologinya. Kita berharap aktivitas sosial yang sudah dijalankan secara selektif dan bertahap tidak akan meningkatkan kasus baru,” kata Yuri.

  • ‘New normal’: Tudingan ‘herd immunity’ hingga ‘mengorbankan nyawa demi bisnis’ di balik protokol cegah Covid-19
  • Indonesia kembali normal Juli bila ‘pengujian masif, pelacakan agresif’ telusuri pasien Covid-19 berhasil dan dan warga patuhi PSBB

Sementara dalam jumpa pers pekan lalu, Yurianto mengatakan dalam pengendalian Covid-19, situasi di Indonesia dan di Korea Selatan “tak bisa disamakan”.

“Tidak mungkin, seluruh wilayah tanah air dengan kepulauan yang demikian luas kita analogikan dengan negara yang hanya dalam satu daratan, dengan jumlah penduduk yang relatif lebih sedikit dibanding negara kita.”

Yurianto lalu menjabarkan Korea yang adalah negara daratan misalnya, per satu juta penduduk dilakukan pemeriksaan terhadap 20.810 orang, Malaysia 19.210 orang, dan Vietnam 2.827.

Data ini dianalogikan dengan Jakarta, per satu juta penduduk sudah dilakukan pemeriksaan 17.954 orang.

“Artinya data ini tidak mengesankan kita tidak menangani dengan baik. Ini realisasi amanat Presiden untuk lakukan pemeriksaan yang masif.”

Kapan terakhir kali terjadi angka kenaikan positif tertinggi?

Sebelumnya, rekor angka kenaikan tertinggi harian kasus Covid-19 terjadi pada:

  • Rabu (10/06): sebanyak 1.241 kasus baru
  • Selasa (09/06): sebanyak 1.043 kasus baru
  • Sabtu (06/06), sebanyak 993 kasus baru
  • Sabtu (23/05), sebanyak 949 kasus baru
  • Kamis (21/05), sebanyak 973 kasus baru
  • Rabu (13/05), sebanyak 689 kasus baru
  • Sabtu (09/05), sebanyak 533 kasus baru
  • Selasa (05/05), sebanyak 484 kasus baru

Penambahan kasus positif di Indonesia mulai melaju cepat sejak 6 April yakni sekitar 200-300 orang per hari, lalu bergerak naik 300-400an kasus baru per hari. Dan kini, pada bulan Juni, bergerak fluktuatif antara 400-an kasus hingga lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Sejak resmi dikonfirmasi oleh pemerintah pada awal Maret, pasien virus corona di Indonesia kini lebih dari 42.000 orang.

Berikut kurva penularan virus corona di Indonesia.

Jumlah kasus virus corona di Indonesia

Dari 42.762 pasien, 16.798 pasien sembuh dan 2.339 pasien meninggal dunia

Kurva Covid-19 di Jakarta

Jakarta pada pekan pertama transisi di bulan Juni, masih terdata di tiga besar provinsi dengan tambahan kasus harian terbanyak, antara 88-232 kasus baru.

Pada pekan sebelumnya, penambahan kasus positif di Jakarta bergerak di kisaran 70-100an kasus per hari.

Senin (01/06): 137 kasus baru

Selasa (02/06): 56 kasus baru

Rabu (03/06): 82 kasus baru

Kamis (04/06): 67 kasus baru

Jumat (05/06): 76 kasus baru

Sabtu (06/06): 104 kasus baru

Minggu (07/06): 163 kasus baru

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi dengan pelonggaran kegiatan secara bertahap di berbagai sektor. Namun masa transisi ini ‘bisa dihentikan setiap saat’ ketika ada indikator yang buruk.

Salah satu indikator yang biasa dipantau adalah angka reproduksi R yang ditargetkan di bawah 1. Target tersebut bermakna satu orang positif berpotensi tidak akan menularkan pada orang lainnya.

  • Istilah ‘angka reproduksi’ alias R yang banyak disorot di tengah wabah Covid-19
  • Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal

Jawa Timur dalam sorotan

Khusus Jawa Timur yang tengah jadi pusat perhatian, berikut pergerakan pertambahan kasusnya:

Sabtu (06/06): 295 kasus baru

Senin (08/06): 365 kasus baru

Selasa (09/06): 220 kasus baru

Rabu (10/06): 273 kasus baru

Kamis (11/06): 297 kasus baru

Jumat (12/06): 318 kasus baru

Sabtu (13/06): 176 kasus baru

Minggu (14/06): 196 kasus baru

Senin (15/06): 270 kasus baru

Selasa (16/06): 245 kasus baru

Rabu (17/06): 225 kasus baru

Kamis (18/06): 384 kasus baru

Selasa pekan lalu, Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Sidoarjo resmi menghentikan PSBB dan menyatakan hanya menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

Memasuki fase ‘new normal’

Seiring jumlah kasus terus bertambah, pemerintah meminta masyarakat ‘beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona’ dengan protokol new normal atau kenormalan baru.

Berawal dari rapat kabinet Selasa 18 Mei, skenario tatanan kehidupan baru new normal terus dimatangkan pemerintah. Presiden Jokowi, pada 26 Mei, meninjau persiapan penerapan new normal di stasiun MRT, Jakarta dan mal di Bekasi, Jawa Barat. TNI dan Polri diminta mengawal transisi menuju new normal.

Ada 340.000 orang personal TNI-Polri yang diturunkan untuk ‘berada di setiap kerumunan’. Mereka ditugaskan memastikan protokol Covid-19 dipatuhi masyarakat.

  • ‘New normal’: Presiden Jokowi ‘ingin TNI/Polri disiplinkan masyarakat’, ratusan ribu personel dikerahkan
  • Kapan vaksin virus corona bisa diberikan? Lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

Dalam jumpa pers daring pada Kamis (28/05), Achmad Yurianto Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona mengatakan, “Kenomalan baru (new norma) adalah cara yang paling tepat dan seluruh dunia melakukan cara seperti ini. Karena itu produktivitas bukan berarti kita hentikan. Kita tidak tahu sampai kapan vaksin akan ditemukan.”

“Seharusnya kenormalan baru adalah gaya hidup, perilaku dan kebutuhan kita yang tak harus ditekan-tekan, disuruh-suruh, diperintah-perintah oleh institusi apapun termasuk pemerintah.”

Salat Jumat Ganjil-Genap

Setelah memutuskan pelonggaran untuk penyelenggaraan salat Jumat berjamaah, Kementerian Agama menyatakan mempertimbangkan pelaksanaan salat Jumat.

“Banyak laporan, pada pekan pertama, terutama yang paling kelihatan saf yang rapat, tapi secara umum bagus, menuruti protokol yang sudah ditetapkan,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin dalam jumpa pers di media center Gugus Tugas pada Kamis (11/06)

Namun Menteri Agama akan melakukan evaluasi setelah dua kali pelaksanaan salat Jumat – setelah salat Jumat pada 12 Juni.

Menjelang Jumat (19/06) Kementerian Agama belum umumkan evaluasinya, sementara Dewan Masjid Indonesia usulkan salat Jumat dilakukan secara ganjil-genap berdasarkan nomor telepon. Belum ada tanggapan dari Kementerian Agama mengenai usulan ini.

Sebelumnya, pada 30 Mei, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Disebutkan surat edaran itu sebagai panduan “selama masa kenormalan baru atau new normal“.Menurut Fahcrul, panduan ini mengatur kegiatan keagamaan di rumah ibadah, berdasarkan “situasi riil Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut”, dan “bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah”.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah,” katanya.

Penularan virus corona di dunia

Setelah menembus angka 3 juta penderita pada 28 April, jumlah kasus secara global terus bertambah hingga kini total lebih dari 8 juta orang pasien berdasar data Johns Hopkins University, Rabu (17/06).

AS pada Kamis (11/06) tembus dua juta kasus positif Covid-19.

Dari negara di Asia, India yang tengah pada masa pelonggaran lockdown tercatat dalam peringkat lima dunia.

Berikut ini gambaran perkembangan kasus Covid-19 di dunia termasuk Indonesia. Anda dapat melihat data per wilayah dengan meng-klik tanda panah pada peta.

Kasus positif di seluruh dunia

Tampilkan

Group 4

Upgrade browser Anda untuk melihat data interaktif

Lingkaran menunjukkan jumlah kasus positif virus corona per negara

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data diperbaharui pada 7 Juni 2020 22.59 WIB

Meski terdapat kemajuan dalam memerangi virus tersebut di Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (09/06) menyatakan pandemi ini “memburuk” di seluruh dunia.

“Pandemi ini telah berlangsung selama lebih dari enam bulan, ini bukan saatnya bagi negara manapun untuk bersantai,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Total angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia pada saat WHO memberikan pernyataan ini telah lebih dari 400.000 orang.

Berikut ini adalah perkembangan penularan virus corona dan perbandingannya dengan angka kematian di tiap negara. Silakan scroll tabel untuk melihat data negara yang Anda ingin ketahui.

Scroll tabel untuk data lebih lanjut

Silakan perbaharui browser Anda untuk pengalaman lengkap

Informasi ini diperbaharui dari waktu ke waktu namun tidak merefleksikan kondisi terkini dari masing-masing negara.

** Data untuk kasus baru rata-rata diperbaharui tiga hari sekali. Karena banyaknya revisi dari angka kasus, rata-rata kasus tidak dapat dihitung untuk tanggal ini.

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data terbaru 18 Juni 2020 16.15 WIB

Bermula di China, virus corona kemudian berjangkit di 200 lebih negara. Dalam waktu sekitar empat bulan, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Italia, dan Inggris menjadi negara-negara dengan kasus tertinggi.

Berikut gambaran perkembangan penularan virus corona dari hari ke hari di seluruh dunia berdasarkan data Johns Hopkins University.

Dalam data 69 orang pasien awal yang dirawat karena positif virus corona di Indonesia hingga 13 Maret 2020, lebih dari separuhnya berusia lebih dari 40 tahun.

Namun Kementerian Kesehatan belum membeberkan lagi data harian usia dan jenis kelamin pasien tambahan yang dikonfirmasi sebagai pasien positif virus corona baru setelah tanggal 13 Maret 2020.

Sebaran pasien virus corona menurut usia di Indonesia

Benarkah laki-laki lebih rentan terjangkit virus corona seperti analisa para pakar kesehatan?

Di Indonesia lebih dari separuh pasien (data hingga 13 Maret 2020) berjenis kelamin laki-laki.

Pasien virus corona menurut jenis kelamin

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

MENCEGAH TERTULAR: Tips terlindung dari Covid-19 dan mencegah penyebaran sesuai petunjuk WHO

VAKSIN: Kapan vaksin virus corona bisa tersedia untuk masyarakat Indonesia? Lima hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19

Data infografis ini diperbaharui sesuai perkembangan yang terjadi.

Data HK