Virus corona: Bandara Soekarno Hatta dipadati penumpang, ‘disengaja’ maskapai, kondisi yang dikhawatirkan ciptakan ‘klaster’ baru

Virus corona: Bandara Soekarno Hatta dipadati penumpang, 'disengaja' maskapai, kondisi yang dikhawatirkan ciptakan 'klaster' baru

Bagian Ombudsman RI menyebut kepadatan pengikut di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang terjadi pada Kamis pagi (14/5) merupakan tindakan yang “disengaja” dan merupakan pelanggaran oleh maskapai penerbangan.

Anggota Ombudsman Alvin Lie yang juga adalah pengamat penerbangan, menyerukan kepada pemerintah agar maskapai penerbangan yang melakukan pelanggaran dikenakan sanksi.

Kepadatan penumpang di Terminal II ini menurut pakar epidemologi dibanding Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono, dapat berpotensi menciptakan penularan baru atau menyebabkan munculnya “klaster bandara” di tengah masih langsung meningkatnya kasus infeksi Covid-19 dalam Indonesia.

Sebesar 11 maskapai dari 13 penerbangan pada Kamis (14/05) adalah Lion Air, yang mengakui ada penerbangan yang melebihi kapasitas 50% karena sejumlah alasan penumpang.

Namun juru biara Lion Air, Danang Mandala menyebut pihaknya menerapkan “jarak aman di dalam pesawat dengan skenario bagian pusat kursi 3-3, dikosongkan sehingga pengikut akan duduk dekat jendela ataupun dekat lorong, itu yang pertama. ”

Terkait peristiwa ini, Direktur Jenderal Perhubungan Suasana, Novie Riyanto. mengatakan telah menerima laporan adanya maskapai yang tidak menerapkan aturan jaga jarak fisik dan kapasitas jumlah penumpang.

“Begitu terbukti melanggar aturan, kami akan terapkan sanksi tegas pantas dengan peraturan yang berlaku, ” kata Novie.

Bersandarkan jadwal di situs Lion Cairan, hari Jumat (15/05) akan tersedia penerbangan ke beberapa kota, serupa ke Medan, serta terdapat 11 penerbangan dari Jakarta, dan semua tiket sudah habis terjual.

Angkasa Pura II: Kepadatan penerbangan domestik

Pemerintah sebelumnya menerapkan pengecualian perjalanan mengiringi wilayah bagi sekelompok masyarakat, termasuk perjalanan udara.

Tiga kelompok masyarakat yang diizinkan adalah aparatur sipil negara, ASN, karyawan BUMN, masyarakat dengan dasar mendesak, dan WNI yang balik dari luar negeri, bepergian ke luar kota dengan sejumlah sarana, termasuk membawa surat tugas dan dokumentasi yang diperlukan.

Kepadatan penumpang di bandara di dalam Kamis (14/05) ini diakui bagian Angkasa Pura II, yang menyebutkan terjadi antara lain karena penelitian dokumen.

“Antrean pada posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04. 00 WIB, di mana calon penumpang memiliki kartu pesawat untuk penerbangan antara memukul 06. 00 – 08. 00 WIB.

Dalam antara pukul tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersaingan, yaitu 11 penerbangan Lion Tirta Group dan 2 penerbangan Citilink, ” kata Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga melalui siaran pers.

Antrean penumpang itu mengabaikan aturan jaga jarak fisik dalam mencegah penyebaran virus corona.

  • Pegawai perkantoran di bawah 45 tahun tiba diwajibkan bekerja di kantor, ‘Saya pasrah terpapar Covid’
  • Data penerima bansos ‘amburadul, Bungkus RT ketiban pulung’

Namun data penerbangan yang disampaikan Angkasa Pura II bertentangan dengan data yang dimiliki Ombudsman.

Menurut anggota Ombudsman RI Alvin Lie, penumpukan penumpang terjadi hingga pukul 10 pagi WIB.

“Ini menunjukkan lemahnya koordinasi oleh Angkasa Pura II selaku pengelola bandara, dan maskapai yang tidak terang memberitahukan jumlah penumpang, ” sekapur Alvin kepada BBC News Nusantara.

Kepadatan antr e an penerbangan yang disengaja dan perlu diberi sanksi”

Berdasarkan data Ombudsman, tinggi Alvin, antrean panjang terjadi di luar bandara, sebelum penumpang check-in.

“Data yang kami dapatkan apalagi ada maskapai yang [penumpangnya] mendekati 90% dari daya penumpang pesawat, ” kata Alvin.

Salah satu kongsi penerbangan yang disebutkan Alvin Lie yang jumlah penumpangnya melebihi batas maksimum 50% adalah Batik Minuman, maskapai di bawah Lion Cairan Group.

  • Pebisnis boleh terbang selama larangan pegangan, ‘harus pakai dasi untuk buktikan mereka mau bisnis? ‘
  • Rencana pelonggaran PSBB, ‘Apa yang mau dilonggarkan? Ini telah longgar sekali’

“Ini [penumpukan antrean penumpang] bukan sesuatu yang tidak sengaja, tersebut atas sepengetahuan [mereka]. Oleh karena itu secara sadar melakukan pelanggaran tersebut dan berulang-ulang terjadi di kaum penerbangan, tidak hanya satu. Sehingga tidak cukup hanya teguran tapi harus ada sanksi dari Ditjen Perhubungan Udara terhadap airlines manapun yang melakukan pelanggaran tersebut, ” kata Alvin.

Berdasarkan Pasal 14 ayat B Susunan Menteri Perhubungan Nomor 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi di Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona, jumlah penumpang paling banyak 50% dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga jarak wujud.

Pihak Angkasa Pura II menyatakan pihaknya ke aliran akan melakukan penataan jadwal keberangkatan penerbangan agar tidak saling bergandeng.

‘K l a ster Covid-19 di bandara

Pakar Epidemologi dari UI Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan penumpukan penumpang di dalam waktu bersamaan sangat mungkin melahirkan infeksi.

“Kemungkinan penularan akan besar terjadi, apalagi bila tidak ada yang pakai kedok, dan tidak diterapkan aturan jaga jarak fisik, ” katanya.

Jika ke depannya, prawacana Tri, terdapat satu penumpang udara yang terbukti positif corona pada saat periode waktu antrean itu, maka semua orang yang ada saat itu harus diperiksa untuk menekan potensi penularan lanjutan kepada pihak lain.

“Makanya, pakai masker wajib, jaga langkah wajib. Apapun yang terjadi, itu wajib, dan lakukan pemeriksaan surat tugas dengan cepat. Kalau tidak bisa dilaksanakan, ya jangan ada pelayanan itu, ” katanya.

Lion Air: Penumpang di atas 50% karena reschedule

Pihak Lion Air Group mengatakan jumlah tamu yang diterbangkan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta dengan data akurat (actual) adalah rata-rata kurang dari atau mencapai 50%.

“Untuk jumlah tamu yang diterbangkan pada penerbangan terbatas (lebih dari 50%), disebabkan atas situasi perubahan periode perjalanan sejak beberapa tamu atau penumpang dikarenakan kebutuhan mendesak serta perjalanan grup dari keluarga atau rombongan yang menginginkan dalam satu penerbangan secara duduk berdekatan (satu baris), ” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Zona melalui keterangan resmi.

Danang menambahkan, terdapat 11 penerbangan Lion Air Group dari pukul 06: 30 WIB hingga 09: 20 WIB dengan jumlah penumpang berkisar dari 16 hingga 106 orang.

“Menurut petunjuk reservasi (pembukuan pemesanan tiket udara) jumlah calon tamu lebih dari angka tersebut. Hal ini sebagai salah satu upaya perkiraan dalam mengakomodir kebutuhan bepergian menggunakan pesawat udara apabila terjadi penolakan kelengkapan dokumen perjalanan bagi bahan tamu di terminal keberangkatan, jadi masih bisa melakukan proses pengajuan pengembalian dana (refund) serta memberikan kesempatan bagi calon tamu buat dapat memilih penerbangan berikutnya, ” tambah Danang.

Tengah itu, Gugus Tugas Nasional membuktikan telah melakukan koordinasi terus masuk kepada otoritas bandara terkait secara pengendalian penumpang.

Himpunan Tugas mengharapkan para calon pengikut transportasi publik untuk secara mandiri berdisiplin apabila berada di ruang publik, seperti menerapkan jaga jarak dan penggunaan masker.

“Gugus Tugas berpesan upaya percepatan penanganan COVID – 19 menetapkan dilakukan dengan disiplin tinggi & sinergi setiap warga masyarakat, ” kata BNPB dalam siaran pers.

Kasus nyata virus corona di Indonesia tetap bertambah. Data terbaru hingga Kamis (14/05), pukul 12: 00 WIB, terdapat 16. 006 kasus, dengan penambahan 568 orang. Sementara total meninggal dunia bertambah 15 menjadi total 1. 043 orang.